Android adalah OS Smartphone terpopuler di dunia, kalau tidak salah Android
menguasai 50% lebih pasar smartphone dunia, tapi sayang di indonesia masih
kalah sama Blackberry, padahal Blackberry di dunia hanya mungasai pasar tidak
lebih dari 10% kalah telak sama Android, Mungkin karena faktor BBM atau karena
banyak artis indonesia yang pakai Blackberry jadi masyarakat indonesia pun ikut
memakainya. Blackberry memang sangat populer di indonesia, tapi banyak juga
orang-orang di indonesia yang memakai Android.
Salah satu cara untuk mengeluarkan semua potensi yang dimiliki tablet atau
ponsel Android adalah dengan cara ROOT. Namun, apa itu root Android? Apa
keuntungan dan kerugian melakukan root Android? Berikut penjelasannya.
Pengertian Root Android
Fungsi root Android adalah untuk memberi hak penuh kepada pengguna Android
untuk dapat masuk ke sistem Android. Dengan melakukan Root, pengguna dapat
menambah, mengurangi maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak
pada sistem Android yang bila dalam keadaan standar (belum root) file-file
tersebut tidak dapat di akses. Bila dianalogikan sistem operasi komputer
Windows, fungsi root Android adalah memberikan hak administrator kepada
pengguna.
Dengan melakukan root Android tidak serta merta akan menaikkan performa atau
kemampuan ponsel Android. Rooting Android sama seperti “membuka pintu” bagi
Anda untuk mengembangkan sistem operasi ini.
Kenapa pengembang sistem operasi Android tidak memberikan akses root
sejak awal?
Hal ini bertujuan untuk melindungi sistem operasi Android secara keseluruhan.
Jika pengguna secara tidak sengaja maupun sengaja mengubah atau menghilangkan
satu atau beberapa file sistem, maka dapat menyebabkan kinerja handphone atau
tablet menjadi tidak stabil, rusak dan yang paling parah brick atau
handphone tidak dapat menyala, oleh karena itu pengembang Android membatasi
akses ke file sistem.
Kekurangan Root Android
1. Dapat menghilangkan garansi handphone
Kenapa rooting Android dapat menghilangkan garansi? Root itu diibaratkan
seperti “segel garansi”. Analoginya seperti ini, apabila Anda membeli komputer
buatan pabrik (bukan komputer rakitan), biasanya akan dilengkapi dengan segel
atau stiker garansi. Segel ini biasanya akan rusak bila kita membuka casing computer.
Jika kita ingin meningkatkan kemampuan komputer, misalnya dengan mengganti
kartu grafis komputer dengan yang lebih baik, otomatis kita harus
membuka casing komputer dan secara otomatis akan merusak segel garansi.
Apakah dengan membongkar casing akan menyebabkan komputer menjadi rusak?
Tentu saja tidak.
Namun, jika terjadi kerusakan apakah akan menghanguskan garansi? Sudah jelas,
karena pihak service center melihat bahwa segel garansi telah rusak dan
memberi vonis bahwa komputer rusak karena dibongkar, padahal kerusakan disebabkan
faktor lain.
Sama halnya dengan root Android. Jika HP Anda mengalami kerusakan, misalnya
speaker tidak berbunyi dan Anda membawa ke Service Center dengan kondisi
ter-root, maka ada kemungkinan klaim garansi akan ditolak dan dikatakan bahwa
ponsel rusak akibat proses root, padahal sebenarnya tidak.
Namun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir, berbeda dengan segel
garansi, proses root dapat dibalikkan atau ponsel dikembalikan ke kondisi awal.
Proses ini dinamakan Unroot. Jika proses unroot
dilakukan, maka secara otomatis garansi akan berlaku kembali.
Catatan:
Bila ingin membawa HP ke service center, selain dilakukan unroot, sebaiknya
lakukan juga factory reset (menghilangkan semua data dan aplikasi yang
terinstall)
2. Masalah
keamanan
Sebenarnya untuk yang satu ini masih menjadi perdebatan. Dikatakan bahwa dengan
melakukan Root, maka aplikasi-aplikasi malware seperti virus atau Trojan
dapat dengan mudahnya masuk ke file sistem dan melakukan pengrusakan atau
melakukan pencurian data-data pengguna.
Namun demikian, sebenarnya walaupun HP tidak di root, apabila pembuat virus
memang “berniat jahat”, maka tanpa root pun, aplikasi virus dapat dengan mudah
mengakses sistem file.
Keuntungan Root Android:
1. Dapat Menginstall Aplikasi yang Membutuhkan Akses Root
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang membutuhkan akses root yang paling
banyak diinstall:
- App2Card dan Link2SD: Dengan
aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan semua aplikasi ke SD
Card. Pada umumnya, para pengguna Android melakukan root untuk menginstall
aplikasi ini.
- Titanium Backup: Aplikasi ini
berguna untuk membackup semua aplikasi yang terinstall. Bukan hanya itu
saja, aplikasi ini dapat juga mem-back up data-data aplikasi seperti
pengaturan (setting-an), dll.
- Aplikasi ScreenShot: Berguna
untuk mengambil screen shot dari layar handphone.
- Wi-Fi tether: Aplikasi ini
dapat menjadikan ponsel Android membagi koneksi internetnya melalui
jaringan Wi-Fi. Catatan: pada sistem Android 2.2 Froyo keatas, aplikasi
ini sudah terinstall pada handphone.
2. Dapat menginstall custom ROM
Apa itu custom ROM? Custom ROM adalah sistem operasi Android kustom
(alternatif) atau bukan buatan vendor ponsel. Custom ROM dikembangkan oleh
komunitas penggemar sistem operasi Android. Catatan: dengan melakukan root
bukan berarti Anda dapat langsung melakukan instalasi Custom ROM, namun
kebanyakan handphone Android membutuhkan akses root bila ingin diinstall custom
ROM.
3. Dapat melakukan pengaturan untuk memaksimalkan kinerja ponsel.
Salah satu pengaturan yang dapat dilakukan adalah overclock processor.
Dengan melakukan overclock, processor dapat “dipaksa” kerja lebih cepat
dari kecepatan bawaannya yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja
ponsel. Namun demikian, overclock dapat memperpendek usia processor, membuat
baterai lebih boros dan cepat panas dan juga ada kemungkinan menyebabkan sistem
menjadi tidak stabil.
Catatan: Pada umumnya, dengan hanya melakukan root saja, Anda tidak akan secara
otomatis dapat melakukan OverClock processor, kecuali kernel dari
handphone/tablet Android mendukungnya. Namun dengan melakukan root, Anda dapat
melakukan underclock processor atau menurunkan kecepatan processor agar
konsumsi baterai lebih irit.
4. Dapat Uninstall Aplikasi Bawaan Pabrik Dengan melakukan root, kita
dapat melakukan uninstall aplikasi-aplikasi bawaan pabrik yang tidak berguna
dan hanya memenuhi memori telepon. Namun, jika Anda berniat melakukan hal ini
sebaiknya berhati-hati, karena jika salah uninstall dapat menyebabkan kinerja
handphone menjadi tidak sempurna. Sebaiknya jangan dilakukan bila tidak terlalu
diperlukan.
Kesimpulan Root Android
Proses Root Android berguna untuk membuka akses ke sistem Android. Keuntungan
root Android secara garis besar adalah memiliki kontrol penuh terhadap handphone
/ tablet. Kontrol penuh tersebut bila tidak dilakukan secara hati-hati dapat
menyebabkan kerusakan sistem. Jadi, jika Anda
masih merasa puas atau cukup dengan kemampuan serta fasilitas handphone Android
yang dimiliki, maka proses root sebaiknya tidak usah dilakukan.
Title : Apa itu root android
Description : Android adalah OS Smartphone terpopuler di dunia, kalau tidak salah Androi...